Ahlan Wa Sahlan Baz Jabar

Akhirnya, setelah satu periode atau hampir 5 tahun lamanya, Badan Amil Zakat (BAZ) Jawa Barat mengalami kevakuman, pada tanggal 17 Januari 2009 lalu, kepengurusannya dilantik oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heriawan. Proses menuju hari pelantikan pun, melalui jalan yang cukup panjang. Karena sesungguhnya, kepengurusan BAZ Jabar untuk periode telah dibentuk melalui SK Gubernur pada masa Dany Setiawan. Kemudian, SK tersebut mengalami revisi dengan diterbitkannya SK baru oleh Gubernur Ahmad Heriawan.

Terlepas dari permasalahan lamanya waktu “vakum” yang dialami BAZ Jawa Barat, namun harapan masih ditumpukan kepada kepengurusan BAZ yang baru dalam pengelolaan zakat. Dalam pelantikan kepengurusan BAZ yang baru di aula Gedung Sate, Ahmad Heriawan selaku Gubernur Jawa Barat, pun menaruh harapan yang cukup tinggi kepada BAZ agar ikut serta dalam mengatasi berbagai permasalahan ummat di Jawa Barat, khususnya dalam tiga masalah pokok: kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Harapan Gubernur, terutama melihat dari sisi kepengurusan BAZ Jawa Barat yang memadukan komponen birokrat, organisasi kemasyarakatan dan para profesional di bidang pengelolaan zakat.

Otoritas dan legalitas yang dimiliki BAZ Jabar, dipadukan dengan profesionalisme pengelolaan zakat, bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi BAZ Jabar dalam menggali potensi dana ummat, baik berupa zakat, infaq, shadaqah dan lainnya, sekaligus mendayagunakannya. Kekuatan ini, bisa pula menjadi kekhawatiran diantara lembaga pengelola zakat yang lain –baik BAZ maupun LAZ- dimana kehadiran BAZ Jabar akan menambah ramainya “kompetisi” diantara lembaga pengelola zakat. Dalam pidato pengukuhan pengurus BAZ, hal inipun disadari oleh Gubernur Jawa Barat, sehingga ia berpesan agar kehadiran BAZ mampu bersinergi dengan berbagai lembaga pengelola zakat yang lain, termasuk dalam masalah penggalangan dana dan penyalurannya sehingga tidak terjadi tumpang tindih (overlapping), perebutan muzakki. Jika pun terjadi persaingan antar lembaga pengelola zakat, maka itu adalah persaingan dalam rangka perlombaan dalam kebaikan (fastabiqul khairat).

Pengurus baru telah dilantik. Gubernur beserta Wakilnya yang duduk di Ketua Dewan Pertimbangan, telah menyatakan dukungannya. Maka, sebagaimana yang dinyatakan oleh Kakanwil Depag Jabar, Muhaimin Lutfie, para pengurus baru harus bekerja all-out. Karena membangkitkan kembali BAZ Jabar setelah masa kevakuman yang lama, bukanlah hal yang ringan, ditambah dengan tantangan baru yang harus dihadapi.

Tag Technorati: {grup-tag},,,

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: